sebagai manusia kita pasti mempunyai rasa sayang dan rasa suka atau rasa cinta pada lawan jenis kita ,itu wajar karena kita di ciptakan allah dengan kedaan sudah mempunyai rasa seperti itu ,
sebagaimana allah berfirman :
{زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآب}(آل عمران: "14
"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)". [Ali 'Imran:14]
dari ayat di atas dapat di simpulkan bahwasannya kita wajar mempunyai rasa yangg cinta atau sayang kepada lawan jenis ,yang tidak wajar itu kalau kita mencintai sesama jenis .sebagaimana allah berfirman :
{زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآب}(آل عمران: "14
"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)". [Ali 'Imran:14]
tetapi ayat di atas jangan di jadikan dasar untuk kita berpacaran dan mencintai sesuatu atau lawan jenis kita dengan berlebih-lebihan .
karena kita dalam islam tidak di ajarkan untuk berpacaran kepada lawan jenis kita dalam islam islam hanya di ajarkan untuk ta'arufan kepada calon suami atau calon istri yang akan jadi pedamping kita kelak .dan dalam islam juga kita d larang untuk mencintai sesuatu itu dengan berlebih-lebihan .sebagaimana sabda nabi yanag artinya
"cintailah kekasihmu biasa biasa saja karena bisa jadi orang yang kau cintai tersebut menjadi musuhmu suatu saat" dari hadist di atas sudah jelas bahwa nabi melarang kita untuk mencintai dengan belebih-lebihan kepada keduniawian khususnya pada lawan jenis kita atau wanita ,karena godaan paling besar adalah godaanya wanita dan itu adalah godaan yang paling besar menimbulkan syahwat .sebagaimana ayat yang menceritakan Kisah Nabi Yusuf 'alaihissalam dan godaan istri tuannya.
{وَرَاوَدَتْهُ الَّتِي هُوَ فِي بَيْتِهَا عَنْ نَفْسِهِ وَغَلَّقَتِ الْأَبْوَابَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ إِنَّهُ رَبِّي أَحْسَنَ مَثْوَايَ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ (23) وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَا أَنْ رَأَى بُرْهَانَ رَبِّهِ كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ } [يوسف: 23، 24]
Dan wanita yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: "Marilah ke sini." Yusuf berkata: "Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan Aku dengan baik." Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung. Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba kami yang terpilih. [Yusuf: 23-24]
Ayat Ini tidaklah menunjukkan bahwa nabi Yusuf 'alaihissalam punya keinginan yang buruk terhadap wanita itu, akan tetapi godaan itu demikian besarnya sehingga andaikata dia tidak dikuatkan dengan keimanan kepada Allah subhanahu wata'ala tentu dia jatuh ke dalam kemaksiatan.
No comments:
Post a Comment